Akhirnya, Mati Rasa

  Nashir Ramadhan   Jun 25, 2014   Perjalanan Rasa   0 Comment

Kisah ini berawal ketika beberapa hari yang lalu Rama baru saja pulang dari Thailand,
Saat Rama berjalan menuju rumah, seorang teman dekat di rumah menghampirinya, mengajak kembali mengikuti Karang Taruna yang sudah 3 tahun lebih tidak ada acara apapun di kompleknya. Rama meng iya kan untuk hadir jika beliau sedang tidak sibuk.
Esok hari sepulang Rama dari kantor, Rama mendapati sebuah surat di kamarnya. Rama pun membaca surat tersebut yang ternyata surat undangan untuk kumpul Karang Taruna di Kantor RW 03 pada hari sabtu.

Sabtu sore Rama pergi ke toko buku yang berada di kawasan Trans Studio Bandung, di jalan Rama bertemu dengan teman yang memberitahu nya kemarin, Rama berfikir mungkin dia juga yang memberikan surat itu ke rumah.
Rama berbicara kepada temannya “Bro malem ini kumpul teh? aku mau hadir tapi sorry rada telat aku mau ke gramed dulu terus masih ada meeting”
Teman : oh iya gapapa, nyantai weh di tunggu yah
Rama : oke sip (bergegas menuju toko buku)

Rama membeli buku”Praktis Thailand dalam 1 Minggu” berserta CD nya, yang beruntung masih tersisa 1 lagi.
Setelah mendapatkan buku Rama langsung pulang menuju rumah, karna Rama kurang begitu suka berlama-lama di dalam Mall.
Rama langsung mengendarai motor nya, menuju tempat ia akan melakukan meeting bersama client & 2 sahabatnya.
Usai meeting pukul 7 lebih Rama hadir di Kantor RW yang sudah banyak orang hadir disana, dari banyak orang yang hadir hanya beberapa orang yang Rama kenal, Yaah mungkin karna Rama jarang sekali bergaul dengan orang sekitar ketika ia ingin focus terhadap bisnisnya, kalaupun di rumah Rama hanya berdiam diri di kamar main game, dengerin lagu kesukaan nya / chating sambil tidur-tiduran.

Usai senior / pembina berbicara Rama melihat orang di sekitar, Pandangan Rama berhenti di seesorang, seorang gadis berbaju merah, orang yang ntah siapa, Rama tidak mengenalnya. Rama tersenyum, pikiran di otak nya beradu dengan hati nya yang masih berantakan “inikah yang namanya jatuh hati lagi, inikah rasanya jatuh hati pada pandangan pertama?” Rama tersipu malu, namun ia masih terlalu pengecut untuk memperkenalkan diri..
Acara pertemuan pun berakhir, sebelum pulang di umumkan bahwa akan di adakan lagi rapat minggu depan serta akan di adakan pemilihan ketua dan seksi seksi. lalu semua pulang & sang gadis pun pulang, Rama dan beberapa kawan masih berdiam di tempat, Rama meminjam kertas daftar hadir yang di pegang oleh seorang kawan, Rama melihat nama-nama yang ada di daftar tersebut. Telunjuk Rama berhenti di satu nama berinisial “R” inikah nama gadis berbaju merah tadi? Rama tidak mungkin menanyakan hal ini kepada temannya, sang teman pasti meledek nya haha.
Jam 9 malam Rama pulang menuju rumah sembari tersenyum senang, Rama mendengarkan lagu di kamarnya yang akan membawanya tidur dan berharap minggu depan akan segera datang.

Hari yang ditunggu Rama pun tiba, hari ini terpilih lah ketua beserta seksi-seksi nya, Rama menjadi team dokumentasi (sudah biasa Rama selalu menjadi bagian ini) sang gadis kemarin pun hadir dan dia menjadi wakil sekertaris, Hari itu team dokumentasi langsung mulai berkoordinasi dengan sekertaris & wakil sekertaris membicarakan perihal : proposal, design dan keperluan lain nya.
Akhirnya Rama berkenalan dengan gadis itu, dugaan Rama benar namanya inisial “R” itu, Sang gadis berinisial “R” pun duduk di sebelah Rama, seketika jantung Rama berdetak lebih kencang dari sebelumnya, Rama tersenyum sendiri. tak lama gadis ini pun meminta nomer handphone nya Rama agar mudah berkordinasi, Rama bahagia sekali tanpa di pinta pun sang gadis yang meminta nomer handphone nya.
Lalu sang gadis bertanya lagi kepada Rama : Aa ada pin BB?
Rama : ada sih.. tapi Aa jarang buka lebih suka pake WhatsApp/ Line
Inisial “R” : yaah aku gapake itu, Invite aja atu nih BB yang aku
Rama : dengan senang hati Rama mengscan barcode BBM gadis tersebut
Acara pun selesai semua pulang ke rumah masing-masing

Rama mendapat tugas untuk membuat surat undangan RT yang harus di serahkan ke pa RW esok hari nya,
Lewat sebuah pesan singkat Rama mengajak perempuan berinisial “R” untuk menghantarkan nya berdua,
Rama kurang beruntung hari ini, karna jam nya mepet dengan waktu sekolah dia, Pikir Rama sekalian saja Rama antar ke sekolahnya, Tapi sebelum Rama memutuskan untuk menghantar ke sekolahnya Rama berfikir keras, Bagaimana kalau dia tidak mau di hantar, bagaimana kalau dia menolak?
Rama yang sedang menikmati kedekatannya tak ingin kedekatannya menjadi renggang, akhirnya Rama pun tidak jadi menghantarkan gadis tersebut.
Rama pun memberikan nya dengan teman nya yang lain.

Esok malam nya perempuan berinisal “R” pun sudah terlebih dahulu berada di kantor RW, Rama yang baru saja datang langsung ia sapa, Jantung Rama kembali berdegup kencang, Rama kecanduan senyum perempuan itu, Rama ingin selalu melihat senyum nya.
Namun ada kalanya hati Rama sakit, karna ternyata ada lelaki yang sudah jauh lebih dekat dari pada nya. Ntah kenapa hati Rama sakit jika melihat perempuan berinisial “R” itu dekat dengan lelaki itu. Semakin hari Rama melihat mereka semakin dekat, Rama mundur tapi hati Rama ingin mendapatkannya. Hati & Pikiran pun sudah tidak sejalan antara harus maju atau berhenti mengaguminya.

Rama pun menjadi jarang kumpul, karna pikir Rama untuk apa datang hanya untuk melihat mereka bermesraan, Tapi di rumah juga pusing bacain status nya dia di BBM. #ah iya Rama kamu jatuh hati pada gadis itu.
Ouh iya tapi Rama masih suka Save Display Picture gadis berinisial “R” yang Rama anggap bagus, hingga akhirnya suatu hari ketika Rama kembali berkumpul dan sore itu belum ada gadis berinisial “R” Rama duduk sambil mendengarkan lagu dari headset nya, tetiba ada seorang teman perempuan meminjam handphone Rama, Dia berkata : Tenang A gakan di liatin chatnya.
Rama menjawab : Ah sok aja, da Chat aku mah normal gada yang aneh, Cuman jangan buka Line :)
Rama tidak berfikir apa-apa tentang perempuan yang meminjam handphone nya, palingan main game
Ternyata perempuan ini melihat-lihat Galery album foto & ketahuan lah Rama menyimpan beberapa foto gadis berinisial “R” ini, Perempuan itu tertawa dan berbicara : Tenang A gakan aku kasih tau.
Rama stuck tidak tahu harus berucap apa, Rama tidak percaya dengan janji perempuan itu, Rama langsung mengambil handphone dan menghapus foto. Seketika Rama terdiam perempuan berinisal “R” pun datang dan Rama memilih untuk pulang ke rumah.

Tak lama sesampainya di rumah, Rama membuka BBM dan perempuan berinisial “R” ini mengupdate statusnya “Diam-diam menghanyutkan” Rama tau status itu buat dirinya, Karna perempuan itu pasti menceritakan kepadanya. Rama tidak mau terus-terusan memendam perasaan nya jika pada akhirnya Rama yang akan terluka, Rama lalu menghide setiap update dari perempuan berinisial “R”.
Sudah beberapa hari Rama tidak membaca status nya dan tidak bertemu dengan perempuan berinisial “R”.
Rama memberanikan diri untuk kembali berkumpul di kantor RW sore itu. Rama bertemu dengan gadis itu, Namun dengan perasaan yang berbeda “Fix Lupakan” kata hati dan pikiran Rama yang kali ini berkolaborasi sama. Saat itu juga Rama langsung mendelcont perempuan inisial “R” dari contact BBM nya. (bukan berarti kekanakan, tapi dengan cara ini bisa mempercepat untuk melupakannya) Rama kembali tersenyum, Akhirnya Rama bisa membunuh perasaan nya, Akhirnya Rama mati rasa terhadap perempuan berinisial “R”

ABOUT AUTHOR

Nashir Ramadhan

Phone & WhatsApp: +6285795021995 | Line: nashirr | BBM: Teu Gaduh hehe

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Current ye@r *